Secangkir Kopi Dingin

suka-minum-kopi-jangan-dibuang-ampasnya_7bb84

Malam sudah melewati setengah waktunya, kopi dicangkir sudah tinggal ampasnya, namun mata ku belum juga berat rasanya.

Tidak, Aku bukan seorang perokok bahkan Aku justru malah merasa terganggu dengan adanya asap rokok, namun jangan salah Aku cukup senang dengan sesekali ditemani secangkir kopi untuk menghabiskan malam.

Baik, Aku akan cerita sedikit apa yang biasa kulakukan namun jangan tagih Aku berbicara panjang lebar soal “ritual” ku saat menghabiskan malam.

Bagi sebagian orang menghabiskan malam hingga”menyisakannya sedikit” bukanlah hal yang baik, katanya dapat mengganggu kesehatan, harus Ku akui memang hal tersebut benar, namun menghabiskan malam bagi mereka yang menyadari adalah salah satu cara melihat dunia dari sisi yang berbeda, saat matahari sedang unjuk gigi kamu dapat melihat betapa hiruk-pikuknya dunia, segala macam hal, topik pembicaraan yang panas,problema, atau apapun menemani mereka yang berada disana.

Tapi coba lihat saat keteduhan sinar rembulan muncul, segalanya menjadi sederhana. Televisi yang menyala, canda-tawa, makanan ringan adalah penghiasnya, bagi mereka yang seorang diri, cukup secangkir kopi atau teh sebuah buku atau artikel internet sudah cukup baginya untuk menghabiskan malam dengan kesederhanaan dan jauh dari segala macam problema dunia, begitu tenang…

Tuhan menciptakan siang untuk mencari nafkah dan malam untuk beristirahat, namun istirahat tak harus dengan ritual pergi ke “dunia kapuk”.

Namun, kamu juga dapat memilih untuk merasakan begitu sederhananya dan tenangnya malam dengan secangkir kopi atau bahkan juga berteman tasbih.

Hujan itu rahmat

image

Ba’da Dzuhur tadi Aku dan seorang teman duduk dilantai dua gedung Ibnu Khaldun, menanti Hujan yang belum reda.

Mungkin banyak diantara kita yang kesal karena hujan turun, aktivitas jadi terganggu.
Namun apakah kita lupa bahwa hujan adalah rahmat?
Kita harus sadar bahwa hujan adalah bukti cinta kasih dari Allah Ar-Rohim..

Ingatlah sahabat-sahabat ku..
Fabiayyi’ala irobbi kuma tukadziban..?

by: Muhammad Aji Husein al-Habib

Diskusinya Kurang Seru!

Hai, readers!
Aku mau sharing nih, soal kuliah pagi tadi. Kami berdiskusi tentang tata bahasa Indonesia, tapi terasa kurang seru karena pematerinya tidak membagikan salinan makalah yang mereka tulis.

Kami sebagai audienspun tidak bisa menangkap banyak materi diskusinya, diskusipun terasa kurang seru. Padahal Ibu Dosennya baik lho!

Nah, sayangnya Aku lupa ngambil Foto. Justru saat mata  kuliah sebelumnya Bahasa Inggris, Aku take tiga foto. Kami diminta memaparkan daily activity Kami, nih Foto kamiwaktu masih di mata kuliah bahasa Inggris:

2016-10-10-10-24-30-jpg6

Tapi Aku kebagian minggu depan, bisa perbaikin dan latihan pengucapan materinya lebih lama!

Nah, Readers Sudah dulu ya. Aku mau istirahat🙂
Thanks sudah menyimak cerita ku tadi pagi!

Salam Kenal!

Hai,Nama ku Muhammad Aji Husein al-Habib. Saya seorang Mahasiswa UIN Raden Fatah, Fak. Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Saya Pertama kali mengenal blog di kelas IX, dan sampai saat ini masih aktif di dunia Blogging. Saya memiliki lebih 80 Posting di blog saya terdahulu, namun sayangnya tanggal 15 November nanti penyedia layanannya akan menutup layanan tersebut.

Saat ini saya menggalang suara para penggunanya melalui petisi online, agar penyedia layanan mengurungkan rencana mereka. Walaupun mungkin kemungkinan diterima Penyedia layanannya kecil, namun hal itu tidaklah masalah. Karena, Bagi ku:

Tiada kata berhenti berbagi dan tiada batas dalam kreatifitas